• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Kantong Negara Jebol Rp5,87 T untuk Impor Daging, Siapa yang Untung?

img

1ww0lhujxjhcdrucc6bsa3blqpg-ritxg1l-mmw9s.workers.dev Selamat membaca semoga bermanfaat. Dalam Waktu Ini saya ingin membahas berbagai perspektif tentang CNBC Indonesia, News, Berita. Artikel Yang Menjelaskan CNBC Indonesia, News, Berita Kantong Negara Jebol Rp587 T untuk Impor Daging Siapa yang Untung Jangan lewatkan bagian apapun keep reading sampai habis.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa selama periode Januari hingga September 2024, Indonesia telah mengimpor sebanyak 99,12 ribu ton daging lembu, yang terdiri dari daging sapi dan daging kerbau. Nilai total impor tersebut mencapai US$375,68 juta, setara dengan Rp5,87 triliun, berdasarkan kurs Rp15.635 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 25 Oktober 2024.

Dalam presentasinya, Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada 28 Oktober 2024, menyampaikan bahwa tiga negara utama yang menjadi sumber impor daging untuk Indonesia adalah Australia, India, dan Amerika Serikat.

Secara rinci, impor dari Australia mencapai 71,40 ribu ton dengan nilai total sebesar US$244,93 juta. Sementara itu, impor dari India sebanyak 11,89 ribu ton dengan nilai US$42,06 juta. Daging yang diimpor dari India adalah daging kerbau, dan izin impor tahun ini hanya diberikan kepada PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Pada rapat yang diadakan pada 21 Oktober 2024, Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, memaparkan proyeksi neraca pangan nasional tahun 2024. Ia menyebutkan bahwa total kebutuhan daging sapi dan kerbau di Indonesia mencapai 774.410 ton, dengan prediksi produksi dalam negeri sebesar 488.959 ton. Sisa kebutuhan yang tidak terpenuhi dari produksi domestik akan dipenuhi melalui impor.

Badan Pangan Nasional mencatat bahwa pasokan impor hingga Januari-Agustus 2024 mencapai 100.454 ton, dan rencana impor untuk periode September hingga Desember 2024 diperkirakan mencapai 268.324 ton. Sebelumnya, pada Juni 2024, pemerintah telah menetapkan kuota impor daging lembu sebanyak 270.352 ton, dengan persetujuan impor yang sudah diterbitkan mencapai 219.244 ton, namun realisasi impor yang tercatat baru 51.363 ton.

Sekian informasi lengkap mengenai kantong negara jebol rp587 t untuk impor daging siapa yang untung yang saya bagikan melalui cnbc indonesia, news, berita Saya harap Anda merasa tercerahkan setelah membaca artikel ini selalu bergerak maju dan jaga kesehatan lingkungan. silakan share ke rekan-rekan. Terima kasih

© Copyright 2024 - NUANSAPAGINEWS.COM Sumber Terpercaya untuk Berita Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.