• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Kemenag di Tangan Gusmen: Mewujudkan Moderasi dan Inklusivitas di Era Baru

img

1ww0lhujxjhcdrucc6bsa3blqpg-ritxg1l-mmw9s.workers.dev Mudah-mudahan semangatmu tak pernah padam. Detik Ini mari kita telusuri News, Peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan. Artikel Ini Menyajikan News, Peristiwa Kemenag di Tangan Gusmen Mewujudkan Moderasi dan Inklusivitas di Era Baru Tetap ikuti artikel ini sampai bagian terakhir.

Jakarta - Prof. I Nengah Dija, Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama (Kemenag), mengungkapkan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang akrab dipanggil Gusmen, telah menjadikan institusinya lebih moderat dan inklusif.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah peluncuran Pasraman sebagai Pusat Penguatan Karakter Berbasis Moderasi Agama di Pura Aditya Jaya, Jakarta Timur, pada Senin, 23 September 2024.

Menurut Nengah, di bawah kepemimpinan Gusmen, Kemenag kini lebih terbuka dalam memberikan layanan keagamaan kepada semua umat beragama di Indonesia. "Moderasi ini menjadi tema utama, dan kebijakan yang ada menunjukkan komitmen tersebut," ujarnya dalam siaran pers.

Dia juga menjelaskan bahwa Gusmen mendukung Pasraman sebagai institusi pendidikan formal dan non-formal bagi umat Hindu, mirip dengan sistem pondok pesantren.

“Kurikulum yang diterapkan di Pasraman merupakan agenda strategis Kementerian Agama, dan kami banyak belajar dari Nahdlatul Ulama yang telah berpengalaman dalam mengembangkan pondok pesantren,” tambahnya.

Menyinggung tantangan pendidikan karakter bagi kalangan GEN Z, Nengah menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak. "Digitalisasi membawa perubahan besar yang harus dihadapi bersama, tidak hanya oleh institusi pendidikan, tetapi juga masyarakat dan agamawan," tuturnya.

Pada acara tersebut, Nengah hadir mewakili Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, yang tidak dapat hadir karena harus mengikuti RDP dengan Komisi VIII DPR RI. Acara juga dihadiri oleh Direktur Pendidikan Hindu, Trimo, serta narasumber dari berbagai latar belakang untuk dialog tentang moderasi agama.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan kemenag di tangan gusmen mewujudkan moderasi dan inklusivitas di era baru dalam news, peristiwa ini sampai akhir Silakan eksplorasi topik ini lebih jauh lagi pertahankan motivasi dan pola hidup sehat. Ayo sebar informasi baik ini kepada semua. Sampai jumpa lagi

© Copyright 2024 - NUANSAPAGINEWS.COM Sumber Terpercaya untuk Berita Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.