• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Menko Polhukam: Proses Negosiasi Pembebasan Pilot Susi Air Terungkap, Berliku dan Penuh Tantangan!

img

1ww0lhujxjhcdrucc6bsa3blqpg-ritxg1l-mmw9s.workers.dev Hai semoga semua sedang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Hari Ini aku ingin berbagi pengetahuan mengenai News, Peristiwa yang menarik. Penjelasan Mendalam Tentang News, Peristiwa Menko Polhukam Proses Negosiasi Pembebasan Pilot Susi Air Terungkap Berliku dan Penuh Tantangan baca sampai selesai.

, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa pembebasan Kapten Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air, melalui proses negosiasi yang panjang. Proses ini berlangsung selama lebih dari 1,5 tahun.

Hadi menekankan bahwa penyerahan pilot kepada perwakilan negara asalnya berjalan dengan lancar. "Pembebasan ini adalah hasil dari negosiasi yang panjang dengan pendekatan lembut, semua dilakukan demi keselamatan Captain Philip Mehrtens,” ungkap Hadi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/9/2024).

Dalam proses negosiasi, sejumlah pihak turut berperan, termasuk tokoh adat, masyarakat, dan gereja. "Keterlibatan mereka sangat berpengaruh dalam proses pembebasan ini," lanjutnya.

"Selama satu tahun tujuh bulan, tim Satgas yang dibantu oleh seluruh komponen berhasil menyelesaikan tugas ini dengan baik," tambah Hadi.

Pada acara konferensi pers yang berlangsung di Bandara Halim Perdanakusuma, Hadi secara resmi mengumumkan penyerahan Kapten Philip Mark Mehrtens kepada pemerintah Selandia Baru.

Hadi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam operasi pembebasan, termasuk TNI, Polri, serta tokoh masyarakat dan pemuka agama.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Selandia Baru atas kerjasama ini," ujarnya.

Setelah dibebaskan, Kapten Philip dibawa ke ruang khusus untuk mitigasi medis dan memastikan kondisinya stabil. "Mitigasi akan dilanjutkan dengan konferensi pers di Mako Brimob Batalyon B/Timika untuk mendengar pernyataan resmi dari pejabat," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, KBP Dr Bayu Suseno, pada (21/9/2024).

Selama 1,5 tahun, Kapten Philip disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Upaya pembebasan dilakukan dengan pendekatan yang lebih lembut untuk meminimalisir risiko.

"Pendekatan melalui tokoh agama dan keluarga dekat Egianus Kogoya penting dilakukan untuk menjaga keselamatan semua pihak," jelas Kaops Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani.

Terima kasih atas perhatian Anda terhadap menko polhukam proses negosiasi pembebasan pilot susi air terungkap berliku dan penuh tantangan dalam news, peristiwa ini Terima kasih telah menjadi pembaca yang setia tetap semangat berkarya dan jaga kesehatan tulang. Jika kamu mau Sampai jumpa di artikel selanjutnya

© Copyright 2024 - NUANSAPAGINEWS.COM Sumber Terpercaya untuk Berita Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.