• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Menko Polhukam Siap Beraksi: Panggil Dirjen Pajak dan BSSN Atas Dugaan Kebocoran Data NPWP!

img

1ww0lhujxjhcdrucc6bsa3blqpg-ritxg1l-mmw9s.workers.dev Halo bagaimana kabar kalian semua? Detik Ini saya akan mengulas cerita sukses terkait News, Peristiwa., Catatan Singkat Tentang News, Peristiwa Menko Polhukam Siap Beraksi Panggil Dirjen Pajak dan BSSN Atas Dugaan Kebocoran Data NPWP Jangan berhenti teruskan membaca hingga tuntas.

Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, akan memanggil Direktur Jenderal Pajak dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait dugaan kebocoran data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Pernyataan ini disampaikan Hadi usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin, 23 September 2024.

"BSSN saat ini sedang mengevaluasi situasi ini. Kami telah menemukan adanya ketidakcocokan data. Dalam minggu ini, saya akan memanggil Dirjen Pajak, BSSN, dan Kominfo untuk mendalami masalah ini lebih lanjut," ungkap Hadi kepada wartawan.

Hadi juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa mungkin ada data NPWP yang tidak disimpan dengan benar. "Kami perlu memastikan apakah Dirjen Pajak telah menyimpan data tersebut di BDNS 2," tambahnya.

Pemanggilan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 27 September, dan diharapkan pertemuan tersebut dapat mengungkap penyebab kebocoran data tersebut. "Detail penyebab kebocoran akan kami jelaskan setelah pertemuan," tutup Hadi.

Dugaan kebocoran ini terungkap setelah pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, membagikan tangkapan layar dari situs Breach Forums di akun X @secgron, yang menunjukkan bahwa enam juta data NPWP dijual oleh akun bernama Bjorka pada 18 September 2024.

Data yang bocor mencakup NPWP, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, nomor telepon, dan email, dengan total nilai jual mencapai Rp150 juta.

Begitulah uraian komprehensif tentang menko polhukam siap beraksi panggil dirjen pajak dan bssn atas dugaan kebocoran data npwp dalam news, peristiwa yang saya berikan Silakan bagikan informasi ini jika dirasa bermanfaat kembangkan hobi positif dan rawat kesehatan mental. Jika kamu setuju jangan lewatkan konten lainnya. Terima kasih.

© Copyright 2024 - NUANSAPAGINEWS.COM Sumber Terpercaya untuk Berita Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.