• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Prabowo Hadapi Tantangan Berat: Mimpi Manufaktur RI di Ujung Tanduk!

img

1ww0lhujxjhcdrucc6bsa3blqpg-ritxg1l-mmw9s.workers.dev Dengan nama Allah semoga semua berjalan lancar. Di Sini saya akan mengupas informasi menarik tentang CNBC Indonesia, News, Berita. Tulisan Ini Menjelaskan CNBC Indonesia, News, Berita Prabowo Hadapi Tantangan Berat Mimpi Manufaktur RI di Ujung Tanduk Ikuti terus ulasannya hingga paragraf terakhir.

    Table of Contents

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas industri manufaktur global menunjukkan pelemahan yang signifikan, tercermin dari Purchasing Manager's Index (PMI) yang menurun di banyak negara, termasuk Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pada Agustus 2024, 54,2% negara G20 dan ASEAN-6 mengalami kontraksi dengan PMI di bawah 50.

Menurut Sri Mulyani, sektor manufaktur masih terlihat lesu, dengan PMI global berada di angka 49,5, menandakan kontraksi keseluruhan. Indonesia sendiri mencatat PMI manufaktur sebesar 48,9, sementara Amerika Serikat berada di level 48 dan Eropa di 45,8.

Ia menekankan pentingnya mewaspadai kondisi ini, karena dapat berdampak pada ekonomi domestik, terutama terkait penurunan harga komoditas yang mempengaruhi pendapatan pajak. Sri Mulyani juga menyatakan bahwa penerimaan pajak diprediksi tidak akan mencapai 100% dari target APBN 2024, dengan estimasi hanya mencapai Rp 1.921,9 triliun atau 96,6% dari target yang ditetapkan.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini menyoroti bahwa pelemahan industri manufaktur telah berlangsung selama satu dekade, berbanding terbalik dengan era Orde Baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8-9% per tahun. Saat ini, kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto menurun dari 25% menjadi sekitar 18% pada 2023.

Masalah utama yang dihadapi industri nasional adalah ketergantungan pada komoditas dan rendahnya produktivitas. Eisha berpendapat bahwa untuk mengubah situasi ini, Indonesia perlu fokus pada inovasi dan teknologi tinggi, serta meningkatkan daya saing melalui industri manufaktur yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Hal ini akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka pengangguran serta kemiskinan.

Sekian pembahasan mendalam mengenai prabowo hadapi tantangan berat mimpi manufaktur ri di ujung tanduk yang saya sajikan melalui cnbc indonesia, news, berita Mudah-mudahan tulisan ini membuka cakrawala berpikir Anda selalu bersyukur atas kesempatan dan rawat kesehatan emosional. Bantu sebarkan dengan membagikan postingan ini. semoga artikel berikutnya bermanfaat untuk Anda. Terima kasih.

© Copyright 2024 - NUANSAPAGINEWS.COM Sumber Terpercaya untuk Berita Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.